Jumat, 09 November 2018

SpaceX merevisi rencana peluncuran satelit internet untuk meminimalkan puing-puing ruang


Tekloggers - Seperti yang kita tahu beberapa tahun terakhir ,perusahaan yang bergerak di bidang astronomi yaitu SpaceX tengah mengerjalan proyek Starlink-nya yang bertujuan untuk meluncurkan ribuan satelit yang nantinya aman menyediakan internet berkecapatan tinggi untuk orang orang di seluruh dunia

Pada bulan Februari lalu ,mereka juga telah mengirim dua satelit prototipe ke orbitšŸ¤”, yang digunakan untuk menguji teknologi sebelum pengerahan penuh konstelasi satelitnya.

Tetapi satelit satelit tersebut tidak bergerak ketinggian yang lebih tinggi sesuai yang SpaceX harapkan ,maka dari itu mereka akab melakukan revisi rencana peluncurannya.

Dilansir dari The Verge ,SpaceX telah meminta FCC jika dapat meluncurkan 1.584 satelit pada ketinggian 550 kilometer, dibandingkan dengan orbit 1.110 kilometer yang awalnya diusulkan.

Dengan begitu satelit satelit tersebut malah kurang untuk beroperasi dan membuat satelit tersebut tidak berfungsi karena tidak mengorbit di ketinggian yang diusulkan.

Dan ketika satelit tersebut gagal maka mereka akan melakukan deorbit artinya jika satelit gagal maka spaceX akan langsung membuang satelit tersebut pada waktu yang tepat untuk mengurangi jumlah satelit.

Kemungkinan akan banyaknya sampah dari satelit di luar angkasa ,SpaceX  juga seharusnya berfikir untuk menyingkirkan puing puing sampah satelit tersebut karena mereka akan meluncurkan 12.000 satelit ke orbit di sekitar bumi.

Hingga saat beritan ini diterbitkan baru 4.425 yang diperbolehkan atau disetujui oleh FCC untuk dilakukan peluncuran ke orbit sekitar bumi.

Sumber : https://www.engadget.com/2018/11/09/spacex-starlink-satellite-launch-plan-space-debris/

Comments


EmoticonEmoticon